Cara Bagaimana Mempengaruhi Pikiran Orang
Dalam ebook saya dijelaskan bagaimana seseorang dapat menggunakan kekuatan pikirannya untuk mempengaruhi orang lain dengan metode “komunikasi subyektif” (subjective communication”). Belum banyak yang mengetahui “ilmu” ini. Dengan metode ini anda dapat mewujudkan apa saja keinginan anda yang melibatkan orang lain.
Misalnya anda ingin menjual rumah dan anda ingin calon pembeli yang sesuai dengan keinginan anda. Hal pertama yang anda lakukan adalah bagaimana mendapat calon pembeli melalui periklanan. Persoalan di sini adalah bagaimana mendapatkan calon pembeli potensial. Maksudnya, calon pembeli bukan hanya sekedar calon pembeli. Tetapi pembeli yang mau membayar harga yang anda inginkan.
Metode komunikasi subyektif akan membantu anda untuk memperoleh calon pembeli yang tepat. Karena dalam metode komunikasi subyektif anda akan bertemu dengan pikiran orang tersebut, dan dalam “perjumpaan” tersebut anda menyampaikan keuntungan dalam membeli rumah anda.
Jika anda tahu caranya anda akan kaget dengan kedahsyatan kekuatan pikiran anda yang selama ini anda tidak pernah sadari.
Seperti apa mekanismenya?
Mempengaruhi pikiran orang lain itu sama seperti seseorang yang melakukan percakapan telepon. Anda “memerintahkan” orang tersebut untuk melakukan apa saja yang anda kehendaki. Dan metode ini lebih dahsyat lagi daripada percakapan lewat telepon. Kalau percakapan melalui telepon, seseorang bisa mengatakan “tidak” terhadap perintah anda karena otak kiri dan faktor kritisnya sementara aktif. Tetapi dengan metode komunkasi subyektif yang akan kami ajarkan kepada anda, “perintah” anda langsung masuk ke pikiran bawah sadar sehingga pihak kedua sama sekali tidak akan pernah menyadari bahwa anda telah mempengaruhi dia melakukan apa yang anda kehendaki.Dan dia akan menuruti permintaan anda.
Sebagai contoh. Ada seorang teman, bernama Jim, beberapa tahun lalu dia membeli sebuah restoran kecil. Dan restoran tersebut cukup menghasilkan karena belum ada saingan.
Setahun kemudian sebuah restoran lain berdiri dan menjadi saingannya. Sejak saat itu pelanggannya dan omzetnya menurun drastis. Jim berpikir bahwa sepertinya bisnis restoran ini bukan untuk dia, dan karena itu lebih baik dijual. Tetapi dia harus menjualnya dengan harga yang sesuai dengan keinginannya supaya dia tidak rugi.
Kemudian Jim mengiklankan restaurantnya dan mempraktekan metode komunikasi subyektif. Dan tidak lama kemudian dia mendapat calon pembeli. Tetapi untuk membuat restaurant itu kelihatan mahal dan menjanjikan untuk bisnis restaurant, harus ada bukti yang meyakinkan yaitu pelanggan yang banyak. Jim bingung.
Persoalannya adalah calon pembeli itu akan datang pada hari Senin, hari paling sepi untuk restorannya. Pada hari sebelum terjadi pertemuan Jim sudah mempraktekan ilmu mempengaruhi pikiran orang. Dan . . . . Jesss… Tau gak apa yang terjadi? Pelanggan memenuhi restaurant Jim pada hari yang selalu sepi.
Jim sendiri tidak percaya apa yang dilihatnya. Para pelayan kewalahan menerima order. Maka terjadilah transaksi penjualan tanpa syarat. Para pelanggan tersebut datang karena pikiran mereka telah dipengaruhi oleh Jim melalui teknik subjective communication (komunikasi subyektif), teknik yang dibahas lebih detail dalam ebook kami.
Coba anda bayangkan jika anda adalah seorang penjual yang bisa mempengaruhi calon-calon pelanggan anda. Atau anda seorang caleg yang membutuhkan banyak suara. Pengaruhilah mereka untuk mendukung anda dengan menggunakan kekuatan pikiran anda!
Bagaimana ini biasa terjadi? Dari berbagai penelitian didapati bahwa pada gelombang otak tertentu (pada level alfa) pikiran manusia dapat“menjelajah” dan bertemu dengan pikiran yang lain. Pada saat inilah terjadi komunikasi antar pikiran (direct mind-to-mind communication) Dan dalam situasi inilah anda dapat berkomunikasi dengan pikiran orang lain baik secara pribadi maupun dalam kelompok. Anda dapat “memerintahkan” mereka untuk melakukan apa saja yang anda inginkan.
Bahkan anda dapat membuat “janjian” (appointment) dengan pikiran seseorang untuk mengkomunikasikan keinginan anda. Misalnya, jika anda ingin suatu jabatan. Anda dapat membuat “janjian” dengan bos anda dan “berkomunikasi” dengan pikiran bos anda untuk meminta posisi yang anda inginkan. Ajaibnya, bos anda setuju tetapi dia tidak akan pernah tahu bahwa anda telah mempengaruhi pikirannya, kecuali anda sendiri yang memberi tahu dia. Mau tau caranya?
Dari banyak kesaksian dan pengalaman selama bertahun-tahun mempraktekan teknik komunikasi ini hasilnya selalu menakjubkan. Hanya dengan beberapa kata dan metode sederhana mujizat pun terjadi. Anda hanya memprogramkannya dalam pikiran anda kemudian anda “eksekusi”, dan jadilah menurut kehendak anda. Ajaib bukan?
Jika anda dapat menguasai Ilmu Mempengaruhi Pikiran Orang ini anda dapat mewujudkan apa saja yang anda inginkan. Karena dengan ilmu ini anda dapat membuat orang lain bekerja untuk anda atau menolong andamewujudkan apa saja impian anda.
Apapun situasi anda, metode komunikasi subyektif akan sangat mg anda dalam memecahkan masalah apa saja, dan anda dapat memperoleh apa saja yang anda impikan. enolon
No comments:
Post a Comment