Pengertian Hipnosis :
Jika
kita lihat dari berbagai sumber, banyak para ahli yang mendefinisikan
tentang hypnosis. Oke langsung saja saya simpulkan. Hipnosis adalah
suatu seni yang bertujuan untuk membawa sang sukarelawan dari keadaan
sadar/normal (Conscious Mind/beta) ke kondisi bawah sadar (Unconscious
Mind/alfa). Kondisi Hipnosis sendiri disebut trance. Sama halnya ketika
Anda sedang bermeditasi, berdoa, atau melakukan kegiatan ritual lainnya,
sehingga terjadi kekhusyukan/Fokus.
Jika
Anda pernah melihat atraksi Reog, sebagian dari anda pasti bertanya,
Bagaimana bulu merpati seberat itu bisa diangkat hanya menggunakan gigi?
Nah, ini dia. Sebelum bermain, sang pemain di masukkan ke kondisi
trance terlebih dahulu oleh pawangnya. Dengan begitu pemain dapat dengan
mudah mengangkat bulu merpati yang besar tersebut. Sama halnya ketika
Anda sedang menonton konser musik yang Anda sukai sambil berjoget-joget.
Walaupun badan Anda lelah, Anda tetap menikmati alunan musik sambil
melonjak-lonjak. Jadi, ketika kita fokus kepada satu hal, maka akan
terjadi suatu keadaan yang dinamakan trance.
Perlu Diketahui :
- Hipnosis akan berhasil apabila sang subjek (sukarelawan) bersedia dihipnosis.
- Alam pikiran manusia dibagi menjadi dua, yaitu alam sadar (conscious mind) dan alam bawah sadar (unconscious mind). Keadaan setelah sang sukarelawan melakukan berbagai macam hal dalam pengaruh alam bawah sadar disebut “trans”.
Prosedur :
1. Percaya Diri
Sebelum melakukan hipnosis,
anda harus benar-benar yakin dan percaya bahwa anda mampu
menghipnosis orang lain. Yakinkan diri anda bahwa anda adalah seorang
ahli hipnosis yang hebat. Tanpa rasa percaya diri, hipnosis yang
anda lakukan pasti gagal. Karena sebelum dihipnosis, subjek harus
percaya dan yakin kepada anda bahwa Anda seorang ahli hypnosis. Bayangkan saja jika Anda tidak percaya diri, bagaimana subjek akan percaya pada Anda.
2. Ritme
Sesuaikan
ritme suara anda dengan kecepatan nafas sang sukarelawan. Hal ini bisa
dilakukan dengan memperhatikan gerakan rongga diafragma saat sang
sukarelawan bernafas. Saat yang paling tepat untuk menggiring sang
sukarelawan memasuki alam bawah sadar mereka adalah saat mereka sedang
menghembuskan nafas (seperti yang sering dilakukan oleh Romi Rafael).
Biasanya,
jika hipnosis berjalan dengan sukses, tempo dan ritme nafas sang
sukarelawan menjadi lebih lambat. Saat itu, perlambatlah tempo dan ritme
bicara anda sesuai dengan ritme nafas sang sukarelawan.
3. Nada Suara
Ada dua macam nada suara yang dapat digunakan dalam hipnosis.
a. Nada Suara Monoton
Metode
ini sering dipakai oleh Romi Rafael. Nada suara monoton adalah nada
suara yang datar dan cenderung sama dari awal sampai akhir, dengan
penggunaan kata yang terus-menerus diulang. Tujuan menggunakan nada
suara monoton adalah agar alam sadar sang sukarelawan merasa bosan,
sehingga ia lebih mudah memasuki alam bawah sadarnya.
b. Nada Suara Bergelombang
Nada
suara yang dipakai adalah nada suara naik-turun, lemah-keras,
rendah-tinggi. Pelaku hipnosis mula-mula akan berbicara dengan nada
rendah, kemudian semakin meninggi hingga membawa sang sukarelawan ke
dalam keadaan “trans”.
Silakan
pilih salah satu nada suara yang sesuai dengan kepribadian anda.
Pilihlah yang paling nyaman dan enak saat anda mengucapkannya.
4. Membawa sang sukarelawan memasuki alam bawah sadar
Pertama,
perintahkan sang sukarelawan untuk melakukan suatu rutinitas, misalkan
“Berhitunglah dari 1 sampai 10, tiap-tiap hitungan akan membuat anda
memasuki alam bawah sadar anda”.
Atau “Tarik nafas dalam-dalam…dan hembuskan”.
Atau tanyakan “Siapakah nama anda?”
Di
tengah-tengah proses itu, jabat tangannya, tatap matanya, dan lakukan
sesuatu yang mengejutkan sehingga ia dengan cepat memasuki alam bawah
sadarnya. Sesuatu yang mengejutkan itu antara lain :
-. Menyentakkan jabatan tangan
-. Mengangkat pergelangan tangannya ke atas
-. Menjentikkan jari anda ke dahi sukarelawan
Ingat,
saat melakukan hal-hal tersebut, tetap pertahankan kontak mata dengan
sang sukarelawan. Setelah itu, buat sang sukarelawan melakukan hal-hal
yang anda perintahkan dengan kalimat hipnosis.
5. Kalimat hipnosis
Kalimat-kalimat hipnosis harus
diucapkan dengan lancar, tanpa kata-kata seperti “eee…”, “mmm..”,
“eh…”, dan sebagainya. Kalimat hipnosis biasanya adalah kalimat perintah
bernada sugestif, singkat, padat, dan diucapkan berulang-ulang.
Yang perlu diingat, tempo, ritme, nada, dan volume saat mengucapkan kalimat hipnosis harus konsisten.
STRUKTUR HIPNOSIS
Jika
anda sudah memahami seluruh prosedur di atas, langsung saja kita masuk
pada urutan-urutan yang perlu diketahui sebelum dan sesudah melakukan
hypnosis:
1) Pre Induction
1) Pre Induction
Merupakan
suatu proses paling awal dan sangat menentukan kesuksesan proses
hypnosis selanjutnya. Dalam tahap ini seorang ahli hypnosis berusaha
mengenal subjek dan memperkenalkan diri kepada subjek sehingga tercipta
kedekatansecara mental.
Salah
satu teknik cepat yang sering digunakan oleh para ahl hypnosis adalah
bertanya pada subjek, misalnya “Maaf, pukul berapa ya?”. Jika subjek
menjawab dengan antusias, sebenarnya hal itu telah menciptakan hubungan
“kedekatan mental” antara penghipnosis dengan subjeknya.
Dalam dunia Hipnosis konversional, salah satu prakik yang biasa dilakukan pada saat Pre Induction adalah “suggestivity test” (tes sugestivitas).
Ada bermacam-macam test sugestivitas (bisa di lihat di internet. Saya hanya mengambil satu contoh saja:
Rigid Catalepsy
Skrip bernuansa ajakan (permissive):
“Wahai
kedua belah tangan, aku minta engkau untuk kaku seperti besi baja.
Rasakan, imajinasikan, bayangkan kedua belah tangan Anda, benar-benar
kaku seperti baja, dan sekarang, katakana dalam hati, tangan kaku,
tangan kaku, tangan kaku.”
Skrip bernuansa perintah ( authorian)
“Konsentrasi, perhatikan baik-baik, dengarkan suara saya. Wahai tangan, mulai sekarang, engkau kaku seperti baja, baja, baja.”
2) Induction
Induction (induksi) merupakan teknik untuk membawa subjek berada dalam kondisi hypnosis.
Contoh skrip induksi :
“Sekarang,
saya akan memandu Anda untuk melakukan relaksasi…. Ambil posisi yang
paling nyaman bagi Anda sekarang…. Bagus…, seperti itu… dan tutup mata
Anda…. Tarik napas yang dalam…. Embuskan perlahan-lahan… Berkatalah pada
diri sendiri: ‘Aku semakin relaks…’ dan rasakan bahwa diri Anda menjadi
lebih relaks dan semakin nyaman . Sekarang…, pusatkan perhatian pada
bagian atas kepala Anda…, rasakan sensasi relaks yang ada disana… dan
perintahkan kulit kepala anda menjadi lebih relaks lagi…. Anda dapat
melakukannya dengan tersenyum dalam hati… dan rasakan anda mulai merasa
mengantuk…. Itu bagus, nikmati saja perasaan tersebut….
Kini,
bawa rasa releks tersebut menyebar ke bawah hingga menuju seluruh
kepala Anda…. Bagus sekali. Rasakan otot-otot di wajah anda menjadi
lebih relaks dan lebih nyaman lagi…. Rasakan kelopak mata anda menjadi
sangat malas untuk digerakkan dan itumembuat anda jauh lebih nyaman….
Sebarkan
lagi sensasi rasa relaks dan nyaman tersebut ke bagian leher, dada, dan
perut anda…. Rasakan sensasi tersebut perlahan-lahan membuat leher,
dada, dan perut anda menjadi lebih relaks, dan lebih nyaman… Bagus…,
seperti itu…, sebarkan pula sensasi tersebut ke punggung anada… sehingga
kini punggung anda merasakan jauh lebih relaks dan lebih nyaman….
Kini
sebarkan sensasi tersebut ke kedua lengan anda…. Rasakan lengan anda
menjadi lebih relaks lagi…dan lebih nyaman…. Anda meraksakan kenyamanan
yang luar biasa ini hingga kedua lengan anda menjadi sangat malas untuk
digerakkan…. Bagus sekali….
Sebarkan
lagi rasa relaks tersebut ke kedua kaki anda, mulai dari pinggul ke
paha, lutut, dan telapak kaki…. Rasakan rasa relaks tersebut mumbuat
anda jauh lebih nyaman lagi…. Lebih relaks… dan lebih nyaman…. Membuat
kedua kaki anda menjadi sangat malas untuk digerakkan…. Bagus… seperti
itu….
Kini,
seluruh tubuh anda telah menjadi sangat relaks… sangat nyaman…. Seluruh
badan anda menjadi sedemikian malasnya untuk digerakkan dan anda
menjadi sangat mengantuk…. Sangat dalam…. Rasakan terus… Anda kini lebih
mengantuk lagi… lebih dalam… dan tetap mendengarkan suara saya….”
3) Deepening
Contoh skrip deepening dengan menggunakan imajinasi tempat yang menyenangkan dan hitungan mundur :
“Kini,
gunakan imajinasi Anda untuk membayangkan diri anda berada di tempat
yang sangat anda sukai…. Rasakan diri anda berada benar-benar disana….
Saya akan menghitung mundur dari lima ke satu, dan pada hitungan kesatu
Anda akan benar-benar merasakan berada di tempat tersebut… dengan
kondisi yang semakin relaks dan semakin dalam….
Lima….
Rasakan Anda berada di suatu tempat yang anda senangi tersebut….
Dengarkan suara-suara yang mungkin timbul… dan suara tersebut membawa
anda dalam kondisi yang semakin nyaman dan dalam…. Rasakan pula sensasi
kenyamanan yang ada pada tempat tersebut…, mungkin udara sekitar… atau
lain hal… yang membawa anda dalam kondisi yang semakin nyaman dan
dalam….
Empat….
Rasakan dan semakin nikmatilah sensasi nyaman tersebut…. Anda dapat
mulai berbaring di situ…, berbaring dengan semakin nyaman dan tenang…
dan semakin dalam….
Tiga…. Tidurlah dengan semakin dalam dan nyaman di tempat itu… sambil tetap mendengarkan suara saaya… tidur semakin dalam….
Dua….
Lebih dalam lagi… lebih nyaman lagi… karena tempat tersebut benar-benar
anda sukai… dan anda merasa jauh lebih relaks sekarang… lebih nyaman…
dan lebih dalam….
Satu…. Kini, Anda jauh lebih dalam lagi.. sangat nyaman….
4) Suggesti
Prinsip-prinsip pembentukan kalimat dalam sugesti:
- Gunakan kata-kata positif. Hindari penggunaan kata-kata “tidak”, “jangan”, dan sebagainya, kecuali tidak ada lagi padanan kata yang tepat.
- Berikan pengulangan kalimat seperlunya saja.
- Gunakan kalimat yang menunjukkan waktu sekarang (present tense) dan hindari kata “akan”.
- Tambahkan sentuhan emosional dan imajinasi.
- Bentuk kalimat sugesti secara progresif (bertahap―jika diperlukan).
- Berikan kalimat yang bernuansa pribadi sehingga pikiran bawah sadar subjek dapat menerima sugesti itu seutuhnya.
- Gunakan kata-kata yang sesuai dengan pemahaman subjek.
5) Termination
“Baiklah…,
sekarang, silakan anda menyimak hitungan saya dalam hati, mulai dari
satu sampai lima. Pada hitungan kelima nanti, anda akan kembali dalam
keadaan normal dan lebih segar daripada sebelumnya….
Satu….
Rasakan kesadaran normal Anda perlahan-lahan mulai timbul… Dua….
Silakan mulai menggerakkan jari-jari anda…. Tiga…. Rasakan bahwa anda
semakin segar… Empat… Mulai buka mata anda perlahan-lahan… dan lima…,
kembalilah dalam kesadaran semula dengan lebih segar dan kondisi tubuh
yang sehat….
6) Post Hypnotic
Post Hypnotic adalah kondisi subjek setelah Termination.Pada
umumnya, pasien yang baru saja mengalami “termination” memiliki tingkat
sugestivitas yang masih cukup tinggi. Pada kondisi itu subjek masih
belum benar-benar berada dalam keadaan normal.
Karena
itu, dalam hipnosis panggung, pada tahap Post Hypnotic inilah
penghipnosis melakukan “Rapid Induction”, yaitu menghipnosis dengan
cepat, tanpa mengulangi struktur hipnosis mulai dari Pre Induction.
7) Normal
Normal
adalah keadaan sadar sepenuhnya setelah terminasi. Tahapan ini biasanya
sering diabaikan, karna setelah proses terminasi, lama kelamaan akan
pulih dengan sendirinya.
INGIN TAHU CARA MENGHIPNOTIS YANG BAIK DAN BENAR ?
CARA MENGHIPNOTIS ORANG YANG SULIT DIHIPNOTIS ?
ATAU BAHKAN HIPNOTIS DUDUK & HIPNOTIS DINGIN SEPERTI MASTER DEDY ?
PIN: 2B92D6BD
blog ini akan berkembang menjadi blog yang membahas tentang
cara tips trik hipnotis nlp gendam gaib kekuatan alam bawah sadar
kesadaran ilmu yang berkembang tentang diri motivasi otak pikiran kita
semua.


